Press "Enter" to skip to content

Ketahui Proses Panjang Pembuatan Plastik Kemasan Fleksibel

Sebelum hadir dan bisa digunakan sebagai kemasan, plastik sudah melalui proses yang sangat panjang. Tahap pencetakan plastik kemasan dengan desain dan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan Anda hanya jadi beberapa tahap yang sudah dilalui dari tahap-tahap sebelumnya. Proses yang panjang tersebut pada akhirnya memberikan waktu yang cukup lama untuk cetak plastik kemasan.

Ketika awal ditemukan, bahan untuk mencetak plastik didapat dari alam. Misalnya seperti selulosa. Bahan alami ini kemudian mengalami perkembangan, kecanggihan teknologi dan bertambahnya ilmu pengetahuan manusia menjadikan bahan plastik semakin beragam.

Namun, penemuan terkini bahan plastik juga diiringi dengan perkembangan cara pembuatan plastik yang semakin beragam dan menggunakan alat terkini sehingga. Semakin banyak mesin yang memudahkan produsen untuk mencetak kemasannya dengan mudah, cepat, dan harga plastik kemasan semakin murah. Hal inilah yang mendukung pencetakan menjadi sesuatu yang sudah sangat umum dan jamak ditemui di pasaran.

Sebagai material fleksibel, plastik terbuat dari bahan sintetis yang terdiri dari berbagai macam senyawa dan molekul. Jika ditelisik dan dibicarakan secara ilmiah, plastik terdiri dari rantai panjang atom yang yang saling mengikat satu sama lain. Karena rantai yang sangat panjang ini, walau tipis dan ringan, plastik fleksibel memiliki kekuatan yang cukup dan sulit untuk dihancurkan.

Secara umum, setidaknya ada empat proses pembuatan plastik kemasan seperti kemasan standing pouch yang umum dilakukan oleh pabrik plastik. Keempat proses tersebut akan dibahas dalam artikel berikut ini.

1. Injection molding

Proses injeksi merupakan salah satu tahap dalam pembuatan plastik yang pasti akan dilalui. Ini bisa dikatakan menjadi tahap pertama dalam proses panjang pembuatan plastik kemasan fleksibel. Secara umum, proses injeksi molding terdiri dari dua cara yaitu vertikal dan horizontal. Namun, di kebanyakan pabrik lebih sering dijumpai proses injeksi secara horizontal.

Injection molding merupakan tahap yang dilakukan untuk mengolah bijih plastik untuk dilelehkan dalam sebuah alat dengan tabung yang memiliki pemanas. Pada tahap ini, plastik yang meleleh akan diinjeksikan oleh sekrup injeksi ke dalam cetakan yang didinginkan oleh air. Perhatian dan kontrol sedemikian rupa adalah hal yang penting karena bahan-bahan yang ada sangat mudah terbakar.

2. Ekstrusi

Jika pada tahap injeksi bahan plastik yang dilelehkan masuk ke injector, beda halnya dengan proses ekstrusi yang tidak lagi masuk ke tahap molding. Dalam proses ini, kestabilan suhu yang sesuai untuk menekan dan menghaluskan plastik menjadi sangat penting.

Umumnya, proses ini juga langsung melakukan pendinginan dengan air maupun peniupan. Ada beberapa hal teknis dan alat teknis yang mendukung seperti hopper, feedthroat, screw, breaker plate, dan sebagainya.

3. Thermoforming

Selanjutnya adalah plastik kembali dipanaskan dengan suhu tertentu untuk menghasilkan bentuk yang sesuai. Proses ini kemudian dipakai untuk membentuk plastik menjadi lembaran semifinished.

Plastik yang dipanaskan akan dicetak ke dalam bentuk tertentu, namun ada pula yang menggunakan proses pembentukan dengan vacuum. Vacuum atau pengisapan ini menjadi alternatif lain yang bisa dilakukan oleh beberapa pabrik.

4. Blow molding

Untuk membuat produk berrongga seperti botol, tahap blow molding sangatlah penting. Secara sederhana, blow molding juga bisa disebut sebagai tiupan yaitu ketika material plastik akan ditiup untuk membentuk suatu cetakan tertentu.

Hasil dari tahap blow molding adalah bentuk-bentuk plastik yang bervolume seperti botol. Ada dua jenis proses blow molding yang bisa dilakukan yaitu extrusion blow molding dan injection blow molding.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *